Maaf, Saya Seorang Koruptor
Juni 19th, 2008 by eddyTIDAK semua koruptor melakukan perbuatannya atas kehendak sendiri. Banyak di antaranya terjebak dalam sebuah sistem yang diwariskan, turun-temurun dalam lembaga di mana dia berkecimpung. Terutama lembaga-lembaga pemerintahan (tapi ada juga yang di lembaga non pemerintah).
Pada lembaga pemerintahan, sulit dibantah bahwa perilaku koruptif paling kental di lembaga-lembaga peradilan atau yang terkait hukum dan penegakan hukum serta di lembaga-lembaga pelayanan publik. Maka, apabila ada orang yang telah bertekad untuk tidak korupsi, sebaiknya cari lingkungan kerja di luar lembaga-lembaga itu.
Jika ngotot bekerja pada lembaga-lembaga itu, sebaiknya tunggu sampai semuanya dibenahi. Persoalannya, usia Anda terus bertambah. Sementara pembenahan terhadap lembaga-lembaga itu mungkin tak akan pernah selesai. Artinya, jika Anda akhirnya masuk dalam lingkungan para koruptor, maka Anda terpaksa harus mengucapkan kalimat ini kepada publik, “Maaf, Saya Seorang Koruptor.” Karena akan sulit bagi Anda untuk tidak melakukan korupsi.
Memang masih banyak orang baik di lingkungan itu, tapi mereka tak bisa apa-apa. Tidak berdaya dan mungkin bisa mati mendadak karena kuatnya tekanan dari lingkungannya. Maaf…ini hanya pemasanan….